PPNI Lumajang minta perawat pahami soal mitigasi bencana

Perawat harus mampu melakukan mitigasi bencana dimana pun.

Update: 2022-07-26 14:46 GMT
Sumber foto: Efendi Murdiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Bedah buku Penanggulangan Bencana Gunung Berapi Di Masa Pandemi Covid-19 yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang Jawa Timur, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia PPNI Kabupaten Lumajang Jawa DR. H. Suhari, A. Per. Pen. MM. menjelaskan peran profesi keperawatan dalam kiprahnya ketangguhan penanganan bencana diharapkan telah dipahami betul-betul oleh perawat, karena selain harus menyelamatkan jiwa masyarakat terdampak juga keluarga yang ada didalam situasi penyelamatan dari bencana yang terjadi.

"Perawat harus mampu melakukan mitigasi bencana dimana pun", kata Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia PPNI Kabupaten Lumajang Jawa Timur DR. H. Suhari seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Selasa (26/7). 

Perawat dalam perannya di sisi kesehatan harus mampu melakukan koordinasi dengan instansi terkait tidak hanya dengan Dinas Kesehatan, namun harus mampu dan cakap melakukan koordinasi dengan instansi lain salah satunya BPBD, Dinas Sosial maupun lembaga terkait lainnya.

"Sehingga peran profesi keperawatan dalam penanganan bencana akan lebih maksimal di tempat yang membutuhkan pelayanan", tutur alumni S3 Universitas Jember di sela kegiatannya.

Ditegaskan Suhari setelah tejadi bencana yang ditangani mereka diharapkan tetap peduli untuk mempercepat pemulihan mental dari masyarakat terdampak. Peran perawat ini telah di buktikan dalam penanganan bencana erupsi Awan Panas Guguran (APG) Semeru yang terjadi Sabtu sore (04/12/2021) semua perawat berjibaku dengan kondisi pandemi Covid-19.

Sebagai pelajaran akan tugas yang diemban perawat di kegiatan penanganan erupsi Gunung Semeru tidak hanya tenaga dalam kegiatan medis, namun juga materi yang terhimpun dari seluruh perawat di seluruh Indonesia sebesar Rp 650 juta lebih. 

Tags:    

Similar News